Siap Dropship? Baca Dulu Nih Sebelum Jadi Dropshiper

Posted by Ganas003 on September 09, 2019 in
Bisnis Dropship ialah sistem penjualan produk milik orang lain tanpa harus membeli/men-stok barang dari supplier. Dalam alurnya, penjual barang dropship (Dropshiper) bertugas meneruskan order pelanggan ke supplier untuk diproses produksi dan dikirimkan ke pelanggan.

Dalam bisnis dropship ada yang namanya supplier , yaitu orang / perusahaan yang memproses barang yang dijual dropshiper mulai dari tahap produksi hingga pengiriman ke pelanggan. Jadi, supplier bertanggung jawab penuh terhadap barang yang akan diterima pelanggan walaupun yang menjual ialah seorang dropshiper.

Bicara mengenai menjual produk orang lain, kita juga mengenal yang namanya Reseller. Sekilas memang mirip, namun sebenarnya berbeda. Jika dalam dropship penjual hanya meneruskan order kepada supplier selanjutnya supplier mengurus barang dari tahap produksi hingga pengemasan, berbeda dengan reseller dimana penjual menjual barang sesudah dibeli dari supplier

Bagaimana Cara Menjadi Dropshiper ?


Langkah pertama yang harus dilakukan untuk menjadi seorang dropshiper ialah mencari supplier yang terpecaya untuk memproses dan menyediakan barang yang akan kau jual. Bagus tidaknya barang yang akan diterima pelanggan tergantung bagaimana supplier memproduksinya.

Untuk ketika ini tidaklah sulit untuk menemukan perusahaan dropship yang berkualitas, hanya saja kau harus menentukan perusahaan dropship mana yang cocok dengan mu alasannya biasanya setiap perusahaan dropship mempunyai layanan produk yang berbeda. Misalnya perusahaan dropship A menyediakan barang barang khusus kecantikan, sedangkan perusahaan dropship B menyediakan kaos saja.

Setelah mempunyai partner dropship, selanjutnya kendali bisnis ada di tanganmu, lakukan penjualan layaknya orang berjualan pada umumnya menyerupai melaksanakan promosi dan pemasaran. Laku tidaknya produk yang kau jual tergantung bagaimana seni administrasi yang kau lakukan.

Umumnya market terbesar dropshiper ialah sosial media menyerupai Instagram, facebook, dan pinterst. Namun tidak menutup kemungkinan bisnis ini dilakukan secara offline dengan mewarkan eksklusif ke buyer.

Alur Bisnis Dropship


Bisnis dropship sebenarnya mempunyai alur yang sangat simple. Dimulai ketika dropshiper mengunggah foto produk supplier untuk dijual di sosmed, kemudian kalau ada pelanggan yang order, maka dropshiper segera meneruskan ke supplier dengan memperlihatkan isu catatan order pelanggan, selanjutnya supplier memproses barang dari tahap produksi hingga pengemasan produk untuk dikirim ke pelanggan atas nama toko dropshiper sebagai pengirimnya.

Sebagai seorang dropshiper, kau harus mempunyai pengetahuan mengenai produk yang kau jual. Misalnya kau dropshiper baju, maka bersiaplah untuk menjawab pertanyaan seputar baju yang kau jual menyerupai materi yang digunakan, jenis sablon, jenis bulat leher, ukuran baju, dan lain lain.

Berkembangnya teknologi, menciptakan bisnis dropship sanggup dilakukan dimana saja dan kapan saja selagi konektifitas internetmu lancar. Dalam berjualan, kau sanggup memanfaatkan media umum menyerupai Facebook, Instagram, pinterst, Whatsapp sebagai media pemasaran dan promosi.

Profit


Profit atau laba dalam berbisnis dropship diperoleh dari selisih harga jual dengan harga beli dari supplier. Misal harga sebuah baju di supplier ialah 50.000, sedangkan kau menjual baju tersebut seharga 95.000, artinya kau memperoleh laba sebanyak 45.000.

Ketika ada order masuk, buyer membayar harga yang kau patok, kemudian barulah kau meneruskan ke supplier dengan harga yang jauh lebih murah kepada supplier. Prinsipnya sama menyerupai orang berdagang pada umumnya.

Jika digabungkan dengan alur kerja dropship, maka diperoleh langkah langkah berikut.


  1. Dropshiper menjajakan produk yang dijual secara online maupun offline.

  2. ketika order masuk, terjadi proses jual beli dengan closing buyer mentransfer uang kepada dropshiper dengan harga yang sudah ditentukan dropshiper.

  3. Kemudian dropshiper meneruskan order dengan mengirimkan isu order lengkap buyer untuk diproses, diproduksi, dan pengemasan.

  4. Sampai sini kiprah dropshiper sudah selesai. Sedangkan supplier bertanggung jawab atas barang untuk diproses dan mengurus pengiriman semoga hingga ke tangan buyer.

Kelebihan Dropship


1. Tidak membutuhkan banyak modal


Dropship memang dikenal sebagai bisnis dengan minim modal. Sebab, kau tidak perlu stok barang sedikitpun untuk toko kamu. Namun untuk beberapa kasus, dalam menjalankan bisnis dropship, modal diharapkan untuk menunjang promosi dan marketing contohnya paid promote dan iklan, namun sanggup diatasi dengan memakai seni administrasi marketing gratisan.

Enaknya lagi, ketika kau tidak perlu stok barang, otomatis akan menghemat biaya untuk pembelian bahan, honor karyawan, sewa tempat, dll alasannya produk kau diproses sepenunya oleh supplier.

2. Minim Risiko


Dalam menjalankan bisnis dropship, stok barang tidak diharapkan sehingga meminimalisir risiko kalau dibandingkan sebuah toko konvensional. Misalnya kecelakaan kerja karyawan, kekurangan bahan, honor karyawan dan lain lain. Hanya saja kau ialah orang pertama menjadi target kekecewaan buyer ketika barang yang diterima tidak baik, walaupun dropshiper sanggup menyalahkan supplier, kau harus tetap siap mental menghadapi buyer killer.

3, Sangat Praktis


Bisnis dropship sanggup dikatakan sangat praktis. Kamu tinggal upload foto dengan keterangan dari produk supplier. Kemudian unggah ke sosial media sebagai bentuk pemasaran, kemudian pembeli akan tiba dengan sendirinya. Selanjutnya laporkan isu order ke supplier untuk diproses, kemudian kau tinggal memastikan apakah barang sudah hingga atau belum.

4. Tidak usah repot pikir STOK


Dropshiper mah enak, alasannya urusan barang supplier yang mengatasi. Dropshiper biasanya difokuskan untuk seni administrasi pemasaran bagaimana semoga dagangannya banyak pembeli.

Namun dalam menjalankan bisnis ini, 2 komponen yang sangat vital ialah dropshiper dan supplier. Nah, semoga tidak terjadi misskomunikasi dalam membahas stok, maka carilah supplier yang profesional dan berkompeten dalam menangani produk yang akan di jual.

5. Dapat dilakukan kapanpun dimanapun


Tidak menutup kemungkinan kau berjualan bisnis dropship sambil tiduran, atau bahkan sambil bekerja yang lain. Karena praktis, kau tinggal melaksanakan pemasaran produk supaya banyak pembeli. Cocok banget bagi pelajar dikala banyak kebutuhan tambahan, maka tidak ada salahnya menjalankan bisnis ini dengan pembagian waktu sekolah dipagi hari sedangkan malam untuk bertransaksi.

Kekurangan Dropship


1. Menjual barang yang belum pernah melihat


Berhubung urusan barang ada di supplier, maka dropshiper belum tentu tahu bagaimana kualitas barang yang akan diterima buyer. Disini kepercayaan dropshiper kepada supplier harus diuji. Jika memang ada cacat barang yang diterima buyer, bersiaplah mendapatkan komplain yang pertama kali.

Jadi sebelum terjun ke dunia bisnis dropship, pastikan sudah menentukan supplier yang berpengalaman. Tujuannya untuk mengetahui kualitas barang yang diterima buyer.

2. Siap Mental Komplain Buyer


Walaupun barang ialah tanggung jawab supplier, dropshiper ialah orang yang pertama kali kena komplain buyer ketika memang barang yang diterima kualitasnya tidak baik. Hal ini bekerjasama dengan poin nomor 1, sebenarnya memang dropshiper belum tentu tahu bagaimana kualitas barang yang diterima buyer.

Jika memang produk yang diterima buyer mempunyai kekurangan, maka kau harus menyiapkan mental baja untuk menghadapi komplain buyer. Pastikan kau tetap pertanda profesionalitas tokomu untuk menjaga kepercayaan pelanggan, contohnya dengan garansi retur, atau pengembalian barang.

3. Tidak sanggup memantau eksklusif stok barang


Karena yang menangani urusan produk ialah supplier, maka dropshiper tidak sanggup memantau eksklusif barang yang akan kau jual. Perubahan stok produk pun biasanya berubah setiap waktu, contohnya hari ini baju hitam XL tersedia 32 stok, besoknya hanya tersedia 5 stok saja, maka solusinya berdiri komunikasi yang baik antara supplier dengan dropshiper.